www.guamaria.com
sumber informasi tentang gua Maria di Indonesia

Halaman utama    
Jumat, 18 Nopember, 2005 09:26
Puh Sarang
oleh Admin

Salah satu kegiatan yang akan menjadi mata acara dalam merayakan Jubileum tahun 2000 ialah berziarah. Kurs dolar yang tinggi tentunya membuat berziarah ke Roma atau Lourdes, Prancis, bagi kebanyakan umat menghadapi kendala biaya. Namun, jangan berkecil hati karena ternyata di Kediri, Jawa Timur, terdapat tempat ziarah Katolik Puh Sarang yang sangat unik.

images1Puh Sarang dibanjiri umat Katolik terutama pada hari Kamis Kliwon malam Jum'at Legi (dalam kalender Jawa). Bahkan ada yang sudah berkumpul sejak Kamis Kliwon sore untuk menghindari kemacetan di sepanjang jalan menuju Gua Maria Lourdes. Semua ini dilakukan agar tepat jam 24:00 WIB para peziarah ini dapat mengikuti doa Rosario yang dilanjutkan dengan perarakan menuju ke Gua Maria Lourdes dan Misa Tirakatan berbahasa Indonesia diiringi musik tradisional.

Gereja Puh Sarang, tepatnya terletak di Kecamatan Semen, kira-kira 10 km sebelah Barat Kediri, di Gunung Klotok, di lereng Gunung Wilis. Puh Sarang menjadi tempat ziarah yang unik karena di kompleks Puh Sarang terdapat 5 (lima) 'fasilitas' ziarah yaitu gereja yang unik dan khas, tiga patung Bunda Maria, tiga jalan salib, tiga Pondok Rosario dan Gua Maria Lourdes.

Keunikan semakin terasa bila kita melihat Gereja Puh Sarang. Gereja ini dibangun dengan arsitektur bergaya perpaduan Jawa dan tradisional Hindu. Salah seorang yang berjasa dalam pembangunan Gereja Puh Sarang ialah Ir. Maclaine Pont, seorang Belanda yang lahir di Batavia (Jakarta) yang sangat tertarik pada peninggalan Kerajaan Majapahit. Itulah sebabnya Gereja Puh Sarang bercorak Majapahit.

Kalau kita melihat dari jauh, Gereja Puh Sarang mirip dengan perahu (bahtera Nuh), tetapi juga dapat dilihat seperti bentuk rumah adat Minangkabau atau rumah yang biasa dipakai orang Batak Toba. Keindahan gereja Puh Sarang justru terletak dalam bagian interiornya yang unik. Relief yang dibuat pada bahan dari bata mirip dengan relief yang biasa terdapat pada candi-candi jaman Majapahit. Altar dibuat dari batu massif yang beratnya 7 ton dan berpahat gambar rusa yang melambangkan mereka yang telah dibaptis dan calon baptis (katekumen).

Ada tiga patung Bunda Maria di tempat ziarah Puh Sarang ini. Yang pertama ada di Gua Maria di samping kiri Gereja Puh Sarang (syukurlah bahwa dulu pernah sempat hilang dicuri dan dibuang lalu ditemukan kembali serta dipasang di tempat aslinya), yang kedua di Gua Maria dekat gedung serbaguna dan yang ketiga di Gua Maria Lourdes (replika atau tiruan dari patung Maria Lourdes).

images2Salah satu kekhasan ziarah Katolik adalah Jalan Salib. Di tempat ziarah Puh Sarang ini ada tiga jalan salib. Salah satu Jalan salib nampak istimewa, karena stasi-stasi untuk renungannya berbentuk patung-patung sebesar manusia. Jalan Salib seperti ini terinspirasi dari jalan salib di Lourdes, Prancis. Di kompleks ziarah Puh Sarang ini terdapat pula tiga Pondok Rosario yang dibuat berdasarkan misteri hidup Yesus Kristus yang direnungkan dalam doa Rosario yaitu peristiwa gembira, peristiwa sedih dan peristiwa mulia.

Tempat ziarah Puh Sarang menjadi besar dan terkenal dengan adanya Gua Maria Lourdes, yang merupakan tiruan atau replika dari Gua Lourdes di Prancis, bahkan diakui sebagai yang terbesar di Asia. Patung Bunda Maria di sini dibuat dari batu asli. Di sebelah timur terdapat patung Pieta, di mana digambarkan Bunda Maria sedang memangku Putranya Yesus. Patung Pieta ini mengingatkan kita akan patung serupa yang terdapat di Basilika St. Petrus, Roma. Dengan adanya tiruan Gua Lourdes di Prancis ini, maka umat yang tidak mungkin pergi ke Lourdes karena masalah biaya dan lain-lain, bisa membayangkan keindahan Lourdes, sementara mereka berdoa kepada Bunda Maria.

Bila kita berada di sana, jelas terekam kesan bahwa kompleks Gereja Puh Sarang merupakan suatu usaha untuk menampilkan iman kristiani dan tempat ibadat Katolik dalam budaya setempat. Dalam Gua Maria Lourdes terdapat tulisan dalam bahasa Jawa yang artinya: Bunda Maria, yang terkandung tanpa noda asal, semoga berkenan merestui aku yang datang berlindung kepada-Mu.

Selamat berziarah!

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Gereja Katolik St. Vincentius a Paulo
Jl. Veteran No. 3 Kediri 64114

oleh Siswayanti
diambil dari:
http://wartamikael.org/old/2000/edisi15/serbaserbi.html



copyright April 2005 - www.guamaria.com