www.guamaria.com
sumber informasi tentang gua Maria di Indonesia

Halaman utama    
Rabu, 25 Januari, 2006 09:50
Jalan salib lama di Sendangsono
oleh Admin

Dalam liburan akhir tahun 2005, setelah berziarah ke gua Maria Kerep di Ambarawa, lihat tulisan "Gua Maria Kerep, Ambarawa" (pada penulisan sebelumnya), kami sekeluarga kemudian langsung mengunjungi gua Maria Sendangsono. Mengenai Sendangsono bisa dilihat pada tulisan sebelumnya dengan judul "Ziarah Sendangsono" atau artikel terkait.

Dari Ambarawa tinggal mengikuti jalan kearah Yogyakarta melewati Magelang lalu setelah melewati Borobudur, cari papan petunjuk jalan yang menunjuk ke arah Sendangsono, kemudian masuk ke daerah Kulon Progo, lalu ke desa Kalibawang kemudian belok dari jalan besar masuk jalan kecil ke Sendangsono. Atau kalau naik kendaraan umum bisa ditempuh dengan cara: naik bis Semarang-Yogya (atau sebaliknya) turun di terminal Muntilan, teruskan dengan bis kecil jurusan Muntilan-Wates, katakan mau ke Sendangsono maka nanti akan diturunkan di Kulon Progo. Lalu bisa sambung pakai ojek ke Kalibawang lalu masuk ke Sendangsono. Harus pakai kendaraan kecil kedalam karena lokasinya jauh dari jalan raya, jalannya sempit dan dibeberapa tempat tanjakan lumayan berat.

Mengenai segala sesuatunya tidak akan kami ceritakan lagi, silahkan baca tulisan sebelumnya. Keadaan tetap sama seperti kunjungan terdahulu cuma bedanya karena Desember adalah musim hujan jadi sepanjang jalan dari Ambarawa diguyur hujan lebat. Beruntung ketika sampai di Sendangsono hujan tiba-tiba saja mengecil sehingga tidak merepotkan. Diawal jalan masuk, terdapat "sisa" jalan salib lama, yaitu perhentian: 12,13,14 tidak ada yang lain, kesimpulan kami pada tulisan terdahulu adalah jalan salib ini telah ditutup diganti jalan salib baru yg lebih pendek disebelah bawahnya, ternyata kami keliru.

Kami melakukan hal yang biasa, melaksanakan prosesi jalan salib, kemudian berdoa di gua Maria, dilanjutkan membasuh muka dengan air Sendangsono dibawah. Setelah itu, kami berdiam sejenak dirumah panggung yang ada didepan pohon sono. Didepan kami seorang kakek yang sudah tua masih terlihat cukup gesit membersihkan lantai disekitar gua Maria. Kami bercakap-cakap dengannya, lalu bertanya kalau-kalau dia orang lama, mungkin dia tahu kemana jalan salib lama yang seingat kami lebih dari 25 tahun lalu jalannya sangat panjang, tetapi mengapa sekarang tinggal tiga perhentian saja. Terkejut juga ketika ia mengatakan bahwa jalan salib itu masih ada, lumayan panjang katanya sekitar 1km tetapi dengan adanya jalan salib baru ini, orang lebih suka yang pendek ini. Akhirnya terjawab sudah dimana adanya jalan salib yang lama itu.

Jalan salib lama berawal di gereja yang ada dibawah, beberapa ratus meter sebelum lokasi parkir Sendangsono ada jalan menuju kebawah yang petunjuknya meskipun kurang jelas dan kecil tertulis gereja. Dari gereja inilah asal jalan salib lama tersebut. Menurut si bapak tua, no.11 terletak diluar lokasi Sendangsono sekarang, kami mengeceknya dengan mencari tanda-tanda lokasi perhentian 11 di sekitar no.12, meskipun perhentian 12,13,14 terletak cukup berdekatan tidak ada tanda-tanda dimana no.11 terletak. Kami tidak jadi turun ke gereja tersebut karena hari sudah sore dan tampaknya hujan mau turun lagi, dan berjanji lain waktu jika ke Sendangsono lagi akan memulai jalan salib melewati rute lama yang telah puluhan tahun hilang dari ingatan kami.

Sungguh sayang tidak ada informasi mengenai jalan salib lama ini, sehingga orang yang baru berkunjung kemungkinan besar tidak mengetahui mengenai jalan salib lama ini. Kami tidak bisa memperoleh informasi kapan jalan salib baru itu mulai dibangun dan mengapa dibangun dan ada apa dengan jalan salib yang lama. Padahal eksotisme sebuah gua Maria bisa dimulai dari jalan salibnya yang panjang, lihat misalnya gua Maria Tritis atau Sawer Rahmat sekedar contoh, pengunjung jelas akan "menikmati" perjalanan panjang tersebut. Bisa jadi jalan salib lama ini lama kelamaan akan terlupakan sehingga generasi mendatang tidak bisa menikmati eksotisme Sendangsono. Mungkin dengan mengunjungi gerejanya bisa didapat informasi lebih banyak, lain waktu kami akan mengunjunginya. Barangkali pembaca ada yang berniat membagi pengalamannya?



copyright April 2005 - www.guamaria.com