www.guamaria.com
sumber informasi tentang gua Maria di Indonesia

Halaman utama    
Jumat, 31 Maret, 2006 17:28
Graha Bunda Maria Annai Velangkanni bag.1
oleh Admin

Jika merujuk daftar lokasi gua Maria, di kota Medan, ibukota propinsi Sumatera Utara terdapat nama "Graha Bunda Maria Annai Velangkanni", akan tetapi tidak tercantum kata "gua Maria" dan nama "Annai Velangkanni" juga terdengar tidak lazim dikalangan komunitas Katolik disini, jadi apa dan bagaimana sesungguhnya tempat itu?

Kalau di India nama itu sangat dikenal karena itu adalah sebuah tempat ziarah Katolik paling populer di India, yang sering dijuluki Lourdes dari timur, lihat: www.vailankannichurch.org atau www.annaivailankanni.org. Suatu tempat ziarah untuk menghormati Our Lady of Good Health dari Vailankanni atau Bunda kesehatan/penyembuh dari Vailankanni. Kota Vailankanni sendiri terletak ditepi pantai teluk Benggala dekat kota Nagappatinam, 350km dari kota Madras. Asal muasal tempat ziarah itu bermula dari 3 peristiwa mujizat, yang kemudian mengkokohkan agama Katolik dilingkungan masyarakat sekitarnya karena menjadi percaya akan kuasa Allah yang disampaikan oleh Bunda dari Vailankanni. Banyak terjadi penyembuhan dan mujizat disitu sehingga akhirnya secara bertahap daerah itu berkembang menjadi pusat peziarahan yang populer. Otoritas Roma tidak mensahkan 3 peristiwa itu sebagai mujizat yang diakui gereja Katolik, karena kurangnya bukti, berbeda misalnya dengan Lourdes yang didukung sejumlah bukti, misalnya salah satunya, jenazah St.Bernadette yang tidak rusak setelah bertahun-tahun meskipun tanpa diawetkan. Terlebih lagi 3 peristiwa itu berlangsung pada abad ke 16 dan hanya diceritakan turun menurun sebagai tradisi lisan. Meskipun begitu hal tersebut itu tidak mengurangi sedikitpun kepercayaan masyarakat sekitar akan Bunda dari Vailankanni karena bagi orang Katolik tidak perlu bukti nyata untuk memahami atau menerima kuasa kebesaran Allah. Terbukti bahwa selama ratusan tahun kemudian tempat ziarah itu berkembang pesat, sehingga sekarang menjadi tempat yang sangat ramai serta dilengkapi dengan basilika sangat besar yang indah menawan.

images1Bagi bukan orang India, tempat ziarah itu kurang populer jika dibandingkan dengan Lourdes atau Fatima. Untuk umat Katolik Indonesia bahkan nama itu terdengar asing dan tidak dikenal. Untuk itulah barangkali kemudian tempat ziarah yang memakai nama itu didirikan untuk memperkenalkan sekaligus mengenang Bunda dari Vailankanni. Penulis juga tadinya berpikir ini adalah semacam gua Maria biasa tetapi sudah menduga pasti ada hubungannya dengan Vailankanni di India, akan tetapi penulis keliru karena tidak ada gua Maria disitu. Itu penulis ketahui ketika mengunjunginya pada suatu hari di awal Maret 2006, disela-sela kesibukan kunjungan kerja ke Medan. Tempat itu lebih cocok disebut tempat ziarah saja bukan tempat ziarah gua Maria, karena itulah namanya disebut Graha (berarti rumah/tempat tinggal) Annai Velangkanni (bukan Vailankanni tapi artinya sama), dimana Annai berarti Bunda dalam bahasa India. Kekeliruan lainnya adalah itu bukan tempat ziarah biasa saja melainkan tempat yang sangat unik yang membuatnya sangat berbeda dengan tempat ziarah lain di Indonesia.

Sejarah

Kalau bicara tentang sejarah tempat itu, tidak bisa dilepaskan dari sosok pendiri dan penggagasnya yaitu Rev. Fr. James Bharataputra, SJ, pastur Jesuit asli India yang lahir di Madurai. Ia tiba di Medan tanggal 18 Mei 1972 dengan misi utama sebagai pastur bagi lingkungan masyarakat Katolik Tamil yang jumlahnya saat itu di Medan mulai berkembang pesat. Ia kemudian berkarya dibidang pendidikan dan pelayanan umat diantara masyarakat Tamil pada umumnya. Tahun 1983, ia sempat dikirim untuk misi ke Banda Aceh, lalu sempat juga ke Papua, tetapi akhirnya kembali lagi ke Medan tahun 2000 dan menjabat sebagai rektor di seminari Pematang Siantar. Pada bulan Juli 2000 ia menyarankan kepada Uskup untuk mendirikan semacam tempat suci bagi umat Katolik Tamil di Medan dan sekitarnya, ini katanya akan memberikan banyak manfaat secara spiritual kepada para imigran Tamil jika mereka punya suatu tempat untuk berkumpul atau berziarah untuk melakukan devosi kepada Annai Velangkanni yang sudah mereka kenal dengan amat baik sejak lama. Uskup yang pernah berziarah ke Annai Vailankanni di India, merasa terkesan dengan tempat itu karena menyaksikan begitu banyaknya peziarah yang datang dari seluruh India bahkan banyak yang bukan Katolik, uskup lalu kemudian menyetujui gagasan pastur James. Berbekal persetujuan itu, pastur James memulai pembangunan tempat ziarah diatas tanah 5000m2 yang dulu dibeli tahun 1979, yang sebelumnya ditujukan untuk merelokasi umat Katolik Tamil yang tinggal dibelakang gereja di jalan Hayam Wuruk, Medan. Menurut pastur James seperti yang ditulis didalam webnya, semua rangkaian kejadian itu adalah atas kehendak Tuhan dan karena itu ia yakin juga bahwa dengan pertolongan Tuhan, ia dapat mendirikan tempat ziarah itu meskipun itu tampaknya suatu rencana yang amat sulit.

images2Proses dimulainya proyek itu dilaksanakan bulan September 2000 dengan dukungan dari komunitas Katolik Tamil di Medan yaitu keluarga besar St. Bonaventura Medan. Sejak saat itu banyak kejadian istimewa yang menyertai pembangunan tempat itu berkat karya tangan Tuhan yang menyertainya. Tanggal 8 September 2001 patung Annai Velangkanni tiba di Medan dari India hanya 1 jam sebelum pekerjaan pembangunan dimulai, yang mana hari itu juga adalah hari perayaan tahunan untuk Annai Velangkanni, seolah-olah ia merayakan kelahiran atau keberadaannya pertama kali di Indonesia. Bangunannya bergaya arsitek Indo-Mogul yang khas dan desainnya yang kompleks dikerjakan oleh pastur James sendiri yang jelas-jelas bukan lulusan sekolah arsitek atau sipil. Ia cuma mendapat bantuan teknis mengenai konstruksi dari seorang dosen universitas Katolik, bahkan para pekerjanya hanya orang setempat yang bukan tenaga ahli dan pembangunannya cuma memakai cara-cara tradisionil tanpa mengandalkan alat berat moderen semacam derek (crane) dan sejenisnya. Menurut pastor James seperti yang dituturkan sendiri kepada penulis, relief dan gambar pada seluruh bangunan dikerjakan oleh bukan pekerja seni profesional, ia cuma kebetulan punya kemampuan membuatnya sebagai hobi. Akan tetapi jika sekarang anda melihat bangunannya yang sudah jadi, maka anda akan terkagum-kagum akan karya monumental itu dan tidak akan percaya bahwa bangunan yang indah itu bukan dikerjakan oleh tangan profesional.

Pembanguan dikerjakan sekitar 4 tahun dengan perkenan Tuhan serta bantuan berbagai bentuk donasi dari orang Singapura, India, Malaysia, Jepang dan tentu saja masyarakat Indonesia. Pembukaan secara resmi dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2005 dengan acara pembukaan yang meriah.

bersambung ke bagian 2

sejarah disadur dari:
www.medanannaivelankannishrine.com



copyright April 2005 - www.guamaria.com