www.guamaria.com
sumber informasi tentang gua Maria di Indonesia

Halaman utama    
Jumat, 7 Juli, 2006 12:22
Tempat Ziarah Katholik Puhsarang
oleh Admin

Selain memiliki beberapa lokasi wisata umum yang populer, provinsi Jawa Timur juga memiliki lokasi ziarah Gereja Puh Sarang, yang merupakan tempat ziarah berlatar agama Katholik. Sejak dinyatakan sebagai tempat ziarah resmi di tahun 1975, Puh Sarang yang berlokasi di kecamatan Semen, sekitar 10 km sebelah barat Kediri ini selalu ramai dikunjungi peziarah dari berbagai pelosok negeri.

Puh Sarang adalah nama sebuah desa yang berada wilayah Kecamatan Semen, terletak di sekitar 10 km arah tenggara kota Kediri. Pohon Kepuh, tampaknya merupakan asal nama ini. Posisinya berada di lereng timur gunung Klotok, kompleks pegunungan Wilis, berupa kawasan berkontur, berudara dingin. Batu menjadi kekayaan alam desa ini. Sungai Kadek yang melewati Puh Sarang dipenuhi batu, sehingga batu kemudian menjadi mata pencaharian kedua, selain sawah bagi penduduk sekitar.

images1Gereja Puh Sarang yang didirikan pada tahun 1936 ini mempunyai bangunan unik dan antik dengan gaya seperti candi di zaman Majapahit. Bangunan karya seorang antropolog arsitektur Ir. Henricus Maclaine Pont dan Pastor H. Wolters CM yang proses pembangunannya dibantu oleh penduduk setempat ini terdiri dari dua bangunan dengan interior unik dan klasik. Unik karena gereja berusaha melakukan inkulturasi, proses pada saat mana kebudayaan lokal diserap untuk memahamkan ajaran gereja komunitas lokalnya. Puh Sarang didirikan sebagai gereja inkulturasi dengan pendasaran pada filsafat Hindu-Jawa. Sehingga sejak semula Pastor Wolter mengonsep gereja Puh Sarang ini sebagai sebuah "Gereja Hindu Jawa". Harapan Wolters sesuai dengan obsesi Maclaine dengan pengetahuannya yang dalam tentang situs Majapahit di Trowulan, sehingga Puh Sarang didesain dengan konsep Hindu-Jawa itu.

Bangunan pertama merupakan bangunan Gereja Sakral. Gereja ini disebut antik, karena rangka atapnya yang terbuat dari bentangan kawat baja dan genteng khusus. Karena rangka kawat itulah, bentuk atap gereja jadi cekung. Gereja ini dikelilingi oleh tembok batu, yang merupakan ciri khas bangunan era Majapahit di Jawa Timur tempo dulu. Di sepanjang tembok secara melingkar dipasang relief gambar jalan salib yang dibuat dari batu merah. Di dalam gereja juga terdapat relief batu tentang lambang-lambang para penulis Injil, altar tabernakel, bejana, permandian, Sakristi dan tempat pengakuan dosa yang bentuknya klasik. Pada atap gereja yang berbentuk kubah dengan sisi berupa jendela kaca prisma ini bagian atasnya dipasangi Salib. Kemudian pada ujung atap juga digambar empat tokoh pengarang Injil. Bangunan kedua merupakan pendopo para calon Baptis. Pada tgl. 18 Mei 1999 dimulai renovasi gereja Puh Sarang yang keempat kalinya. Dan pada tgl. 26 Desember 1999 diberkati dan diresmikan lagi oleh Mgr. J. Hadiwikarta, Pr.

Ada banyak tempat menarik di lokasi ziarah Puh Sarang yang luasnya sekitar 15 hektar, tempat-tempat itu antara lain:

Tiga jalan salib
Salah satu kekhasan dari tempat ziarah ini adalah 3 buah tempat Jalan Salib. Yang pertama ada di kompleks Gereja Antik St. Maria Puh Sarang dan yang kedua ada di sekeliling lapangan dekat halaman parkir. Pada kedua Jalan Salib tersebut gambar stasi / perhentiannya berupa relief dari batu yang indah. Jalan Salib yang ketiga nampak istimewa, karena stasi-stasi untuk renungannya berbentuk patung-patung sebesar manusia. Jalan Salib ini diresmikan pada hari Minggu, 28 Mei 2000.

Gua Maria Lourdes
Di tempat ziarah Puhsarang juga ada Gua Maria Lourdes, yang merupakan replika dari Gua Lourdes di Perancis. Di komplek Gua Maria Lourdes inilah diteruskan tradisi ziarah Katolik berupa Misa Novena Bunda Maria & Misa Tirakatan Malam Jumat legi. Di gua ini juga terdapat tiga patung Bunda Maria yang unik dan khas. Yang pertama berada di gua Maria di samping kiri Gereja Puhsarang (dulu pernah hilang dicuri orang dan dibuang lalu ditemukan kembali). Yang kedua berada di gua Maria di dekat gedung serbaguna, dan yang ketiga di gua Maria Lourdes. Patung Bunda Maria di Gua Maria Lourdes ini diberkati oleh Mgr.J. Hadiwikarta, Pr. pada tanggal 2 Mei 1999.

Tiga Pondok Rosario
Pondok Rosario merupakan pondok khusus bagi peziarah Katholik untuk berdoa Rosario. Ada tiga pondok yang dibuat berdasarkan misteri hidup Yesus Kristus yang direnungkan dalam doa Rosario. Yakni Peristiwa Gembira, Peristiwa Sedih dan Peristiwa Mulia.

Mausoleum dan Columbarium
Di Mausoleum (makam) telah dimakamkan para uskup dan romo-romo yang berkarya di Keuskupan Surabaya. Selain makam para uskup & romo-romo, ada juga tempat penitipan abu jenazah (Columbarium) untuk seluruh umat Katholik. Umat yang ingin menitipkan abu jenazah keluarganya dapat menghubungi Keuskupan Surabaya.

Bumi Perkemahan Bukit Tabor
Tempat ini merupakan lokasi perkemahan (Camping Ground) yang dapat digunakan oleh masyarakat atau kelompok umum. Melalui kegiatan berkemah sambil berziarah, diharapkan dapat meningkatkan olah rohani dan kepribadian generasi muda. Juga ada Wisma Hening St Chatarina untuk tempat tinggal para suster dan bisa juga dipakai untuk tamu yang datang menginap serta Wisma Betlehem untuk para tamu.

Taman Hidangan Kana
Merupakan pusat dari berbagai kios-kios yang menyediakan berbagai keperluan wisatawan dalam berziarah. Di tempat ini pula para peziarah dapat membeli oleh-oleh bagi keluarga atau kerabatnya.

disadur dari berbagai sumber
foto: http://densecapramana1.tripod.com/indonesia.htm



copyright April 2005 - www.guamaria.com