www.guamaria.com
sumber informasi tentang gua Maria di Indonesia

Halaman utama    
Senin, 6 Nopember, 2006 18:18
Agar makna ziarah tidak berubah arah
oleh Admin

Jika membicarakan soal ziarah, tentu saja tidak asing bagi telinga kita. Ziarah bagi kita umat Katolik dimaknai sebagai sebuah ajang atau sarana berdoa kepada Tuhan melalui kunjungan ke tempat-tempat tertentu yang oleh Gereja ditetapkan sebagai tempat suci. Tempat-tempat ziarah seperti sebutlah semacam Sendang Sriningsih, Sendang Jatiningsih, Puh Sarang, Gua Maria Kerep, Ganjuran, dsb setiap hari pastilah dipenuhi oleh para pengunjung yang hendak berziarah dan memanjatkan ujud doa. Terlebih lagi saat Bulan Maria pada bulan Mei dan Oktober dan pada Jumat pertama setiap bulannya, maka jumlah umat yang datang berkali lipat jumlahnya. Hal tersebut sangat menggembirakan karena hal tersebut mencerminkan kedinamisan kehidupan iman umat.

Di sisi lain, terdapat sebuah kesedihan juga, hal itu disebabkan dengan bergesernya makna ziarah itu sendiri. Ziarah saat ini seringkali bukan sebagai sarana pemasrahan diri dan bersyukur kepada Tuhan tapi lebih kepada sarana pemenuhan doa-doa permohonan kita . Dengan kata lain ziarah saat ini sudah berubah arah, bukan lagi memasrahkan apa yang kita alami atau kita rasakan tetapi lebih kepada pemenuhan kegelisahan akan kebutuhan duniawi kita.

Tujuan Ziarah

Sebenarnya apa sih tujuan kita ziarah? Banyak orang yang melakukan ziarah karena memiliki kepentingan-kepentingan tertentu, permohonan-permohonan tertentu dan ingin dikabulkan.images2 Hal ini kadang merupakan tujuan utama ketika melakukan doa di tempat ziarah sehingga kita sering melupakan essensi terpenting dari ziarah itu sendiri. Kita hanya berdoa memohon kepada Tuhan agar mengabulkan semua doa permohonan yang kita panjatkan. Perhatian kita hanya tertumpu pada hal-hal tersebut. Jadi ketika kita datang berdoa pada tempat ziarah, kita malah lupa bersyukur dan memasrahkan hidup kita pada Allah tapi malah memaksa Allah untuk mengabulkan apa yang kita minta. Allah bagi kita adalah restoran cepat saji semacam McDonald yang akan memberikan secara cepat apa yang kita minta, dengan segera! Segala doa permohonan kita itu menunjukkan betapa kita tidak mempasrahkan hidup kita hanya kepada Allah tapi kita diburu rasa gelisah akan pemenuhan kebutuhan hidup kita.

Allah tidak pernah melarang kita untuk berdoa memohonkan sesuatu yang memang kita butuhkan. Hanya saja bukan dengan cara yang kita mau. Allah berkarya dengan cara yang kadang-kadang tidak kita ketahui dan kadang-kadang tidak kita inginkan, tapi yang jelas Allah akan mengabulkan semua doa dan permohonan kita. Bunda Maria mengajarkan pada kita untuk bersyukur bukan memohon karena kita merasa kekurangan, untuk kemudian memaksa Allah untuk segera mengabulkan doa dan permohonan kita.

Dengan demikian, perlu adanya kita memeriksa diri kita apakah tujuan kita berziarah masih seperti saat ini yang kita lakukan. Kita perlu mengembalikan arti ziarah itu ke keadaan yang sebenarnya yaitu memasrahkan hidup kita kepada Allah dan bersyukur atas segala apa yang kita terima. Menjadi bersyukur atas apa yang kita terima tidaklah mudah karena kita terbiasa untuk khawatir dengan hidup yang kita lalui, terbiasa melihat semua sisi hidup kita ini dari segi negatif sehingga kita selalu merasa berkekurangan. Sebenarnya kemampuan bersyukur itulah yang akan membuat doa kita didengarkan oleh Allah dan dikabulkan. Jika kita sudah mampu bersyukur maka ziarah yang kita lakukan tidak lagi hanya menjadi parade permohonan.

Devosi Secara Sehat

Seringkali kita mendapati umat yang berdoa kepada Bunda Maria sampai melupakan Allah sendiri sebagai yang utama. images1Seringkali dijumpai praktek devosi terhadap Bunda Maria yang menempatkan Bunda Maria sejajar dengan Allah. Hal ini tidak benar, kita memang melakukan devosi kepada Bunda Maria, tapi dalam kerangka doa kita kepada Allah. Kita bukan memohon kepada Bunda Maria tapi kita memohon kepada Allah melalui perantaraan Bunda Maria yang merupakan Bunda Suci pelindung gereja. Seringkali kita dapati umat yang memohon kepada Bunda Maria. Bunda Maria tidak memiliki kuasa untuk mengabulkan permohonan tapi beliau punya kuasa untuk menghantarkan permohonan kita kepada Allah. Menghantarkan dan mengabulkan merupakan hal yang berbeda. Sejak awal hal ini perlu ditekankan agar devosi dan ziarah yang kita lakukan tidak menjadi sia-sia dan berubah arah.

Kata devosi sendiri berarti penyerahan diri, penghormatan, pengabdian. Devosi ini berkaitan dengan masalah batin dan hati masing-masing pribadi. Sebagai hati yang akan menyerahkan diri kepada Allah, mengabdi-Nya dan menghormati-Nya, kita perlu bercermin kepada Bunda Maria yang memasrahkan seluruh hidupnya di tangan Allah dan tidak henti-hentinya bersyukur. Dengan devosi kepada Bunda Maria, kita diharapkan meneladani sikapnya tersebut, kita diajak memasrahkan diri kepada Allah dalam perantaraan Bunda Maria. Kita mengarahkan hati dan pikiran kita kepada Bunda Maria yang pada akhirnya akan membantu kita memohon kepada Allah.

Maka marilah kita rajin berziarah dan berdevosi kepada Bunda Maria namun dalam semangat dan arah yang benar sehingga kita tidak kehilangan arah dan tidak berubah arah.

dari:
IK-disarikan dari berbagai macam sumber
http://www.majalahkompak.com/Project%201/keluarga.htm



copyright April 2005 - www.guamaria.com