www.guamaria.com
sumber informasi tentang gua Maria di Indonesia

Halaman utama    
Jumat, 17 Nopember, 2006 11:05
Bulan Maria dan Bulan Rosario
oleh Admin

Banyak juga umat Katolik tidak mengetahui bahwa gereja Katolik menetapkan bulan Mei sebagai bulan Maria dan bulan Oktober sebagai bulan Rosario. Itulah sebabnya mengapa biasanya umat melakukan banyak kegiatan ziarah pada bulan-bulan tersebut, akan tetapi biasanya mereka hanya tahu bahwa kegiatan-kegiatan tersebut adalah dalam rangka bulan Maria saja.

images1Bulan Maria diperingati setiap bulan Mei (31 Mei), untuk memperingati bunda Maria mengunjungi Elizabeth saudarinya. Peristiwa ini perlu dimaknai oleh gereja bahwa Maria karena imannya, dipilih Tuhan sebagai jalan keselamatan yakni mengandung oleh Roh Kudus dan melahirkan Yesus Sang Juru Selamat. Kunjungannya kepada Elizabeth merupakan pewartaan kabar gembira, perjumpaan iman karena Elisabet menyambutnya dengan salam khusus lalu bayi yang dikandungnya melonjak kegirangan. Sedangkan bulan Rosario (7 oktober) adalah untuk memperingati Bunda Maria yang diangkat oleh Gereja sebagai Ratu Rosari.

Rosario berasal dari bahasa latin yaitu “Rosarium” yang berarti taman/karangan bunga mawar. Kata ini menyimbolkan, pertama: ungkapan doa kita yang tulus terhadap Bunda Maria, bagaikan mawar indah yang harum mewangi. Kedua: menunjukkan keunggulan Bunda Maria diantara wanita dan umat beriman pada umumnya, sebab ia penuh rahmat, ratu para perawan dan bunda Yesus. Sejarah doa Rosario dimulai pada abad pertengahan, ketika itu banyak biarawan monastic yang tidak mampu berbahasa Latin, sehingga mereka kesulitan mengikuti doa offisi (mendaraskan mazmur). Maka mereka mengganti doa offisi dengan mendaraskan 150 kali doa Bapa Kami. Jumlah doa Bapa Kami itu dihitung dengan seuntai tali manik-manik atau tali berikat-ikat. Tali itu disebut Pater Noster (Bapa Kami). Seiring dengan perkembangan devosi umat kepada bunda Maria, maka kebiasaan mendoakan Bapa Kami dengan manik-manik itu bergeser kepada doa Salam Maria. Doa Salam Maria didaraskan dan dihitung dengan menggunakan tali Pater Noster. Rangkaian doa Salam Maria yang didoakan 150 kali itu disebut “Psalterium Marianum”, artinya Kitab Mazmur Maria. Seratus lima puluh Salam Maria terbagi atas 15 sepuluhan yang masing-masing didahului doa Bapa Kami sebagai antiphon dan ditutup Kemuliaan sebagai doa tanggapan. Rosario kemudian berperan sebagai peniru sekaligus pengganti offisi kaum biarawan yang tidak bisa bahasa Latin.

Sejak abad XII, doa salam Maria mulai dipakai untuk mengenang lima sukacita Maria yaitu: kabar dari malaikat, kelahiran Yesus, kebangkitan Yesus, kenaikan Yesus dan pengangkatan Maria ke surga. Pada abad XIII, lima suka cita Maria itu ditambah dengan penampakan Tuhan dengan kepada bangsa2 kafir, Pentakosta, kunjungan Maria kepada Elisabet, sehingga menjadi 7 suka cita Maria. Kemudian pada abad XV, daftar presidia yang ditetapkan sebagai landasan doa rosario makin dikenal dimana-mana seiring dengan ditemukannya mesin cetak. Buku kecil yang dicetak di Ulm (Jerman) tahun 1483 menganjurkan tiga rangkaian gambar, masing-masing memuat lima lukisan tersendiri, yaitu 5 sukacita Maria, 5 penumpahan darah Yesus dan 5 suka cita Maria setelah kebangkitan Yesus. Jadi Inilah ke-15 peristiwa Rosario yang kita kenal hingga sekarang. Dan daftar ini pun disahkan Paus Pius V ketika menetapkan Rosario sebagai doa yang sah pada tahun 1569.

Pada abad XX, berdasarkan Enskilik Marialis Cultus dari Paus pendahulunya, yang membicarakan tentang Rosario sebagai ringkasan Injil, Paus Yohanes Paulus II (alm) dalam Enskilik Rosarium Virginis Mariae, merasa perlu melengkapi pola baru pada pola rosario yaitu peristiwa Terang (cahaya). Paus mengatakan “Agar Rosario menjadi ringkasan Injil yang lebih utuh, tepatlah ditambahkan renungan tentang peristiwa-peristiwa amat penting dalam pelayanan Yesus di hadapan umum antar pembaptisan dan sengsaraNya. Peristiwa-peristiwa baru ini ditempatkan sesudah renungan sekitar inkarnasi dan kehidupan Yesus yang tersembunyi (peristiwa gembira) dan sebelum renungan yang berpusat pada sengsaraNya (peristiwa sedih) dan kenangan akan kebangkitanNya (peristiwa mulia). Jadi penambahan peristiwa baru ini dimaksudkan untuk memberi kesegaran dan untuk mengobarkan minat baru terhadap doa rosario dalam spritualitas Kristiani sebagai jalan lurus menuju lubuk hati Yesus, samudera sukacita dan terang sengsara dan kemuliaan".

images2Umat Katolik memperingati Bulan Rosario karena Rosario merupakan sarana doa untuk merenungkan peristiwa-peristiwa keselamatan yang dikerjakan oleh Allah melalui Yesus. Sambil berdoa rosario kita merenungkan misteri-misteri kehidupan Yesus sejak dari kandungan hingga naik ke surga. Dari setiap peristiwa keselamatan tersebut terlihat bahwa peranan Yesus dan Maria, ibuNya adalah tak terpisahkan. Peristiwa keselamatan inilah yang penting untuk kita peringati setiap tahun, untuk memperdalam iman kita akan kasih Allah, terutama dengan merenungkan peristiwa-peristiwa dalam rosario. Maka sebenarnya kalau kita berdoa rosario tidak cukup hanya mendoakan Salam Maria dan Bapa Kami saja, tetapi sambil mendaraskan doa-doa itu kita merenungkan setiap peristiwa yang kita doakan.

Bukan kebetulan pula bahwa Bunda Maria menampakan diri 6 kali kepada 3 anak gembala didekat kota Fatima, Portugal antara tanggal 13 Mei dan 13 Oktober 1917. Dalam penampakannya Bunda Maria mengatakan bahwa ia dikirim oleh Allah untuk menyampaikan pesan kepada semua orang bahwa akan ada kesengsaraan besar akibat perang dan kekerasan akan tetapi ia menjanjikan keselamatan bagi orang-orang yang berdoa memohon pertobatan dan pengampunan. Dalam setiap penampakan itu Bunda Maria juga menekankan pentingnya berdoa Rosario setiap hari serta melakukan pertobatan dan pengorbanan. Bunda Maria juga menyampaikan 3 rahasia yang kemudian dikenal sebagai 3 rahasia besar Fatima. Dua rahasia itu sudah dipublikasikan kepada umum sedang rahasia ketiga yang kemudian ditulis oleh Lucy Dos Santos (salah satu anak gembala) pada tahun 1944 masih disimpan oleh Vatikan, rahasia itu diperkirakan berupa sebuah ramalan akan kekacauan dunia pada awal abad 21. Penampakan itu tampaknya juga semakin mengukuhkan bulan Mei sebagai bulan Maria dan bulan Oktober sebagai bulan Rosario.

sebagian disadur dari:
http://gemawarta.wordpress.com/2005/10/06/rosario-sebagai-pusat-devosi-kepada-bunda-maria/



copyright © April 2005 - www.guamaria.com