www.guamaria.com
sumber informasi tentang gua Maria di Indonesia

Halaman utama    
Jumat, 8 Juni, 2007 10:47
Misa Pantekosta di Gua Maria Mahawu
oleh Admin

"Perjalanan ziarah kita telah dituntun oleh Roh Kudus sehingga kita selamat sampai di tempat ziarah Jalan Salib Suci Mahawu yang indah ini", demikian Pastor Christ Santi MSC mengawali kotbahnya kepada ribuan umat Paroki St. Theresia Langowan yang mengikuti Misa Pantekosta (27 Mei 2007) di depan Gua Maria Mahawu.

images1Lanjutnya, "namun keindahan tempat ini akan semakin mempesonakan kalau kita menyadari bahwa perziarahan hidup kita saat ini adalah ziarah iman. Iman akan Yesus yang sengsara, wafat di Salib dan bangkit. Karena kasihNya, Ia mengutus Roh Kudus untuk membimbing hidup kita. Selanjutnya, dengan perantaraan Bunda Maria peziarahan hidup yang sedang kita jalani ini kita mohonkan agar berjalan terus hingga kelak bersatu dengan Bapa di surga. Itulah makna dari aksi ziarah kita ke tempat ini."

Saat misa berlangsung, cuaca pagi di Jalan Salib Suci Mahawu tampak redup oleh awan tebal yang memayungi perbukitan Gunung Mahawu dan sekitarnya. Peziarah merasa disegarkan oleh cuaca alam yang tidak panas ini. Meski demikian, wajah ribuan para peziarah dari Minahasa Utara dan Minahasa Tenggara tampak cemas akan turunnya hujan. Banyak di antara mereka rupanya sudah siap dengan payungnya masing-masing.

Hari ini adalah Hari Raya Pantekosta. Perayaan turunnya Roh Kudus pada bulan Mei kali ini menjadi kesempatan istimewa bagi sejumlah paroki seperti Paroki Kokoleh, Paroki St.Theresia Langowan dan Stasi St. Antonius, Paroki Kakaskasen untuk mengajak umatnya berziarah "massal" ke tempat ziarah Jalan Salib Suci Mahawu, Tomohon. Kegiatan ziarah dengan mengerahkan umat sebanyak-banyaknya dan datang beriringan bak konvoi massal sudah menjadi tradisi umat Katolik Minahasa sejak tahun 1929. Rupanya bulan Mei dan Oktober merupakan bulan baik sebagai bulan Ziarah.

Hari itu, mulai pukul 08.00 di jalan lingkar Timur Tomohon yang menjadi akses masuk ke JSSM macet total. Berbagai kendaraan dan sepeda motor yang datang dari arah berlawan menumpuk di pintu masuk JSSM. Keramaian orang tak terhindarkan. Diperkirakan ada sekitar tiga ribu peziarah yang datang. Tak ayal lagi terjadilah kemacetan total. Untuk mengurangi kemacetan, panitia setempat meminta supaya setelah menurunkan penumpang, kendaraan langsung bisa dibawa ke atas di sekitar Gua Maria melalui jalan naik.

Tampak umat berbondong-bondong memasuki pintu masuk secara bergantian. Udara yang tidak terlalu panas, ternyata tidak menyurutkan semangat berziarah mereka. Setelah itu mereka mengadakan ibadat jalan salib secara berkelompok. Melalui jalan "jalan salib" ini umat sampai ke Gua Maria. Memang jalan salib ini panjangnya kurang lebih 1 km dan kondisinya menanjak dan berkelok-kelok. Jika ada rombongan berjalan melalui jalan ini dan melakukan ibadat devosi jalan salib, waktu yang ditempuh kurang lebih 45 menit.

images2Prosesi Ibadat devosional Jalan Salib berlangsung dengan khusuk. Lagu-lagu yang menggambarkan betapa menderitanya Yesus, berkumandang secara serentak. Doa Salam Maria secara lantang didoakan saat menuju ke perhentian berikut. Pada perhentian ke XIII, Yesus diturunkan dari Salib, atau disebut Taman Pieta, rombongan doa menyatu karena tempat ini cukup luas menampung banyak orang. Hanya ketika memasuki Makam Yesus, satu per satu umat masuk terowongan yang gelap. Di dalamnya ada ruangan yang cukup besar dengan ventilasi berbentuk lingkaran sehingga kegelapan di dalam makam Yesus menjadi terang. Dari gelap menuju terang adalah makna kebangkitan yang perlu direnungkan. Sayang kesempatan ini sirna ketika di ruang makam Yesus berjubel orang. Bahkan makam Yesus dilewati begitu saja tanpa sadar bahwa terowongan dengan ruangan kosong di dalamnya adalah makam Yesus. Jalan Salib Suci Mahawu mengajak umat ketika berada di makam Yesus untuk merenungkan makna kegelapan dan kekosongan saat menjelang kebangkitan Yesus. Sangat sayang kalau cuma lewat begitu saja.

Keluar dari makam Yesus ada sebuah jembatan di atas kolam besar.Jembatan penghubung ini lebarnya satu setengah meter dengan panjang 300 meter. Jembatan ini dibuat untuk menjadi penghubung antara Jalan Salib Yesus dengan Gua Maria. Maknanya adalah kita sekarang ini tetap Yesus bersama dengan perantraan Bunda Maria dalam peziarahan di dunia.

Setelah ibadat Jalan Salib dan diteruskan ke Gua Maria, rombongan umat terbagi dua. Umat Paroki St. Fransiskus de Sales Kokoleh memadati ampiteater yang mampu menampung 1500 orang. Misa dipimpin oleh Pst. Delis Umbas Pr dan Pst. Fion Dianomo, Pr. Sementara itu umat Paroki St. Theresia Langowan dan stasi Antonius, Kakaskasen mengadakan Misa di depan Gua Maria. Pastor Chris Santi dan satu pastor serta 2 diakon tertabis memimpin misa dalam satu konselebrasi. Umat sebagian berdiri dan sebagian duduk di gundukan rumput. Jumlah umat yang mengikuti misa di depan Gua Maria diperkirakan berjumlah 2000 orang. Pada pukul 13.30 Misa sudah selesai.

Ketika mereka beranjak mau meninggalkan tempat ziarah, tiba-tiba hujan mengguyur dengan derasnya. Beberapa umat yang tidak membawa payung tampak basah kuyup.

Sumber : Tri/JSSM
30 Mei 2007



copyright April 2005 - www.guamaria.com