www.guamaria.com
sumber informasi tentang gua Maria di Indonesia

Halaman utama    
Jumat, 27 Juli, 2007 09:49
Jalan salib panjang di Gua Maria Sendangsono
oleh Admin

Kali ini kami akan menceritakan pengalaman kami sewaktu berziarah ke Sendangsono dengan melakukan jalan salib lewat rute jalan salib besar atau panjang yang sudah ada sejak lama tetapi saat ini sering dilupakan oleh para penziarah. Seperti biasa, ziarah dilakukan disela-sela kesibukan pada waktu kunjungan kerja ke Yogyakarta pada awal bulan Juli 2007.

Gua Maria Sendangsono adalah gua Maria tertua dan paling terkenal diantara sekian banyak gua Maria yang ada dan segala sesuatunya dapat anda baca melalui beberapa tulisan dalam situs ini. Rute jalan salib lama sudah ada sejak lama sekali, dari catatan sejarah yang ada, rute jalan salib ini mulai dibangun dan dipergunakan sejak tahun 1958, akan tetapi yang jelas sewaktu penulis masih SMP (kira-kira tahun 1970an) waktu itu rombongan tur sekolah kami melakukan jalan salib lewat jalur ini dan seingat penulis jalannya sangat panjang. Agak terkejut juga ketika mengunjungi lagi Sendangsono kira-kira 2 tahun lahun lalu (2005) setelah lebih 30 tahun kemudian mendapati kenyataan bahwa lokasi gua Maria ini sudah dibangun dan ditata sedemikian megah.

Jika hendak melalui rute jalan salib panjang anda harus memulainya dari gereja Santa Perawan Maria Lourdes Promasan yang sering disebut dengan nama gereja Promasan saja dan sudah ada sejak tahun 1940.images1 Lokasinya terletak lebih kebawah dari lokasi sendang. Dari jalan kecil menuju lokasi Sendangsono, beberapa kilo sebelum pintu masuk utama Sendangsono cari petunjuk yang sayangnya kecil saja yang menunjuk lokasi gereja. Ambil jalan menurun disebelah kiri, jalannya kecil hanya cukup untuk satu mobil dan menurun amat tajam serta berkelok-kelok sehingga harus berhati-hati jika cuaca hujan. Parkir kendaraan seperti biasa seadanya karena dari awal memang tidak dirancang untuk itu akan tetapi anda bisa memarkir kendaraan di pelatarannya yang kecil. Gerejanya meskipun tipikal gereja dipedesaan tetapi sangat megah untuk ukuran desa. Ruangannya yang lumayan besar dilengkapi bangku dari kayu. Disainnya dari luar dan dalam sangat antik dilengkapi menara tinggi yang menawan.

Perhentian pertama terletak tidak jauh dari gereja, terletak disamping kiri jalan terusan yang mengarah keatas lagi. Kendaraan bisa lewat jalan terusan ini untuk kembali kejalan utama lagi. Perhentian kedua dan seterusnya masuk kedalam lagi lewat kesebelah kiri jalan terusan tersebut. Jalannya kira-kira panjangnya 1 kilo lebih, terbuat dari tanah campur batu-batu, landai dengan tanjakan ringan, sehingga bisa untuk berjalan santai bagi semua umur, ditambah dengan pemandangan khas pedesaan yang hijau dan sangat menyegarkan bagi mata maupun udara yang dihirup, berziarah melewati jalan salib ini sungguh pengalaman yang mengesankan. Bagi sebagian orang jalan salib ini sangat cocok untuk merenungkan makna sengsara Kristus karena keteduhan dan kesunyian tempatnya. Tidak seperti jalan salib pendek yang terletak di lokasi sendang yang cenderung diselesaikan dengan cepat karena sering banyak antrian yang padat.

Perhentian-perhentian awal tidak bercampur rumah penduduk tetapi menjelang perhentian akhir ada yang berdekatan dengan rumah penduduk, karena rupanya penduduk membangun rumahnya di sekitar jalan untuk prosesi jalan salib tersebut bahkan beberapa perhentian terletak didepan rumah penduduk.images2 Pada perhentian ke tujuh disampingnya ada kapel Santo Yusuf, ini keunikan yang tidak terdapat di lokasi gua Maria lain (lihat foto). Kapelnya sangat sederhana dan seperti biasa tanpa bangku. Waktu itu sekelompok ibu-ibu sedang membersihkan bagian dalam kapel. Dari hasil perbincangan diketahui bahwa sekarang jalan salib panjang ini jarang dilalui karena orang lebih suka langsung ke sendang atau memakai jalan salib pendek saja. Dari perhentian 11 ke 12 jaraknya lumayan jauh, perhentian ke 12 ini berada di percabangan jalan di depan pintu masuk utama ke Sendangsono. Perhentian selanjutnya berada didepan rumah penduduk yang juga difungsikan sebagai toko untuk menjual berbagai pernik kebutuhan rohani. Perhentian-perhentian pada bagian akhir ini menghadap langsung ke pelataran Sendangsono karena letaknya yang disebelah atas.

Orang yang baru pertama kali ke Sendangsono pastinya akan langsung ke lokasi sendang bukan ke gereja Promasan karena parkir yang memadai untuk kendaraan baik pribadi maupun umum ada di sekitar area pintu masuk lokasi sendang. Supir mobil sewaan kami mengatakan meskipun sering sekali mengantar orang ke Sendangsono mengaku baru kali ini mengantar ke gereja Promasan dan baru tahu kalau dahulu orang memulai ziarah dari gereja Promasan yang letaknya cukup jauh dari lokasi sendang. Dari pintu masuk umumnya penziarah langsung masuk ke lokasi utama Sendangsono setelah melakukan jalan salib pendek yang lokasinya berdekatan. Bagi yang baru pertama kali ke Sendangsono biasanya tidak menyadari atau merasa heran adanya perhentian ke 12,13,14 yang terletak disebelah atas dekat jalan masuk utama. Tidak adanya informasi yang memadai juga akan membingungkan pengunjung pemula karena tidak mengetahui kemana perhentian 11 karena letaknya memang agak jauh dibelakang perhentian 12. Pada beberapa puluh tahun lagi mungkin orang bisa melupakannya karena generasi baru tidak pernah melalui jalan lama yang dulu biasa dilewati generasi pendahulunya. Hal ini sangat disayangkan karena lokasi jalan salib lama ini sangat punya sejarah dan nilai religius tinggi, lagipula lokasi jalan salib panjang tersebut berpemandangan cukup indah.

Jika anda berkesempatan berziarah ke Sendangsono lagi, jangan lupa untuk melakukan jalan salib lewat jalan salib panjang, yang pasti akan mengesankan anda.



copyright April 2005 - www.guamaria.com