www.guamaria.com
sumber informasi tentang gua Maria di Indonesia

Halaman utama    
Selasa, 29 Januari, 2008 18:15
Seputar perkembangan gua Maria
oleh Admin

Bagi kami, sebagian besar warga lingkungan St.Ignatius dan St.Yohanes Pembaptis, Paroki St.Martinus Bandung, pergi ziarah bersama ke lokasi yang dipersembahkan kepada Bunda Maria adalah kegiatan rutin yang dilakukan sejak tahun 1990 dan biasa kami lakukan 2x setahun disekitar bulan Mei dan Oktober sebagai kelanjutan ibadat novena selama 9 hari berturut-turut.

Pada pengamatan kami dalam kurun lebih 17 tahun itu berbagai hal telah terjadi terkait dengan lokasi perziarahan (Gua Maria) khususnya di Pulau Jawa yang patut disimak bersama dimana sumber informasinya bisa didapat dari:
-data lokasi perziarahan di situs pondokrenungan.com.
-situs khusus guamaria.com.
-Adanya berita-berita singkat maupun lengkap tentang lokasi perziarahan di Majalah Hidup yang juga pernah memuat data lokasi perziarahan di tahun 1994.
-Dimuatnya data lokasi perziarahan di Inspirasi Batin tahun 2004 yang diterbitkan oleh Kanisius.
-Terbitnya buku Ziarah Ke Gua Maria di Jawa yang ditulis oleh RL Soemijantoro pada tahun 2003.
-Terbitnya berbagai kisah/sejarah suatu lokasi perziarahan, baik yang bersifat lokal karena hanya dapat dibeli di lokasi maupun yang bersifat nasional karena diterbitkan oleh Kanisius (a.l. Sumur Kitiran Mas Pakem, Gua Maria Padang Bulan) dan Pustaka Nusatama (a.l. Mengenal Gua Maria Sendang Ratu Kenya, Ziarah dari Sendangsono sampai Puhsarang), dll.

images1Semakin banyak penyelenggara ziarah, dan juga yang menarik adalah banyak pengemudi bis pariwisata yang mengenal dengan baik berbagai lokasi perziarahan. Seiring dengan tersebar luasnya informasi tentang lokasi perziarahan tentunya semakin memudahkan para peziarah untuk berkunjung kesuatu lokasi yang baru diketahuinya, hal ini ternyata mengakibatkan terjadinya suatu perkembangan baik berupa pembangunan suatu lokasi perziarahan yang baru maupun renovasi suatu lokasi perziarahan yang sudah lama.

Berawal dari niat untuk mempersembahkan yang terbaik dari para tokoh setempat yang mungkin juga didukung oleh seorang, sekeluarga, atau sekelompok peziarah, ternyata aktivitas renovasi Gua Maria ini menjadi semakin menarik untuk disimak. Berbagai hal telah dilakukan dalam merenovasi suatu lokasi, ada yang hanya mengganti patung Bunda Maria, ada yang mengganti bentuk gua-nya, ada yang merombak total profil suatu lokasi, ada juga yang membangun gua Maria baru sementara yang lama masih tetap ada walaupun menjadi agak tidak terawat.

images2Dengan merenovasi tentunya diharapkan suatu lokasi menjadi semakin indah, semakin banyak dikunjungi peziarah yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Atau bisa malah sebaliknya, setelah renovasi mungkin saja terasa ada sesuatu yang hilang apakah pepohonan yang rindang, mungkin nuansa keheningan dan kesakralan atau bahkan peran serta dari masyarakat setempat tergantikan oleh suatu lembaga baru? Apapun hasilnya, semua terpulang kepada masing-masing pribadi, baik peziarah maupun masyarakat dan tokoh setempat karena memang akan menjadi pengalaman rohani dan spiritual pribadi.

Bertolak belakang dari perkembangan tersebut diatas, rupanya terjadi juga yang sebaliknya dibeberapa lokasi, ada yang sudah dibangun tetapi ditolak oleh sebagian masyarakat, ada yang sedang dibangun tetapi terpaksa ditunda bahkan dibatalkan karena juga ditolak, ada yang sudah ada tetapi tidak dapat dikembangkan karena status tanah yang belum tuntas, bahkan ada tokoh setempat yang tidak ingin mengembangkan secara besar-besaran kendati cukup mudah untuk mendapatkan dana karena ingin melestarikan yang sudah ada.

Ini semua tentunya adalah bagian dari dinamika kehidupan dunia dan akhirnya, menarik sekali tulisan Rm. Eddy Kristiyanto,OFM pada Kata Pengantar buku Ziarah ke Gua Maria di Jawa, “Di antara foto-foto tentang patung Maria, kita tidak menemukan dimensi inkulturatif. Para pelopor dan pembuat gua-gua Maria rupanya mencari gampangnya saja dengan mengadopsi sosok Maria yang diimport. Ini tentu saja merupakan tantangan sendiri!“

Per Mariam Ad Yesum,
Maureen Katharina – Bandung



copyright © April 2005 - www.guamaria.com