www.guamaria.com
sumber informasi tentang gua Maria di Indonesia

Halaman utama    
Kamis, 12 Juni, 2008 17:20
Gua Maria Sendang Beji Wangon
oleh Admin

Salah satu hal yang juga menimbulkan kebanggaan bagi umat stasi Wangon adalah adanya Gua Maria Sendang Beji. Tempat ziarah ini diresmikan oleh Bapa Uskup Mgr. Julianus Sunarka SJ tanggal 29 April 2007. Sebelumnya umat stasi Wangon kadang berziarah ke Gua Maria Kaliori, Sendangsono, Gua Kerep Ambarawa, maupun gereja Ganjuran.

images1Kisah Gua Maria ini bermula dari kehadiran kunjungan Bapa Uskup. Setiap kali menjenguk gereja, beliau selalu menengok halaman belakang. Beliau menilai tempat tersebut bagus bila dibuat gua Maria. Gayung pun bersambut. Umat membersihkan dan menata lahan serta mengubahnya menjadi tempat yang asri dan teduh dengan gua buatan kecil dan patung Bunda Maria. Proses pengerjaan berjalan mengalir tanpa kepanitiaan. Selain melibatkan umat Stasi Wangon, pengerjaannya juga melibatkan masyarakat setempat.

Nama Sendang Beji diambil dari nama sendang, atau kolam kecil dari sumber mata air, yang belakangan di dekatnya ditanami pohon beringin. Tempat tersebut dulu merupakan salah satu petilasan. Dalam tradisi spiritual masyarakat Jawa, petilasan diyakini sebagai tempat salah satu tokoh spiritual pernah singgah atau bahkan meninggal di situ. Masyarakat yang mempercayainya kemudian menziarahi Sendang Beji pada hari-hari tertentu, misalnya pada malam Jumat Kliwon. Kelompok jaran kepang juga menziarahinya bila hendak pentas.

Budi Sutrisno yang lebih akrab dipanggil Babah Wanggi (71 th) menuturkan, Sendang Beji adalah salah satu dari lima sendang yang diyakini sebagai petilasan oleh masyarakat Wangon. Sendang yang lain yaitu Sendang Pethek di tengah sawah, Sendang Gedhe di Kalipetung, Sendang Kencur di selatan desa Kelapa Gading, dan Sendang Sumberan di dusun Sumberan. Tanah tempat Sendang Beji adalah milik Babah Wanggi. Ia mengijinkan tanah itu untuk dibangun Gua Maria.

Gua Maria Sendang Beji dimanfaatkan oleh umat stasi Wangon untuk misa Jumat pertama dan doa Rosario setiap hari selama bulan Mei. Adanya gazebo kecil di dekat sendang juga sering dimanfaatkan oleh anak-anak Sekolah Minggu. Warga masyarakat setempat juga sering datang baik anak-anak maupun orang dewasa. Mereka memanfaatkan tempat teduh tersebut untuk sekedar beristirahat, maupun tempat bermain anak-anak. Perawatan tempat tersebut sejauh ini berjalan spontan, misalnya anak-anak atau warga yang datang, melihat tempatnya kotor lalu menyapu. Demikianlah tempat doa tersebut terbuka untuk siapapun, termasuk untuk warga setempat yang masih ingin berziarah di petilasan Sendang Beji.

Kiriman: blogger http://satubulanberseri.multiply.com
Berdasar dari kutipan dari buku DUC IN ALTUM (Bertolaklah ke Tempat yang Dalam)
Buku yang memuat geliat sejarah dan ziarah umat (profil) Paroki Katedral Kristus Raja Purwokero. Dalam buku pada bagian Stasi Wangon, ditulis mengenai Gua Maria Sendang Beji.



copyright April 2005 - www.guamaria.com