www.guamaria.com
sumber informasi tentang gua Maria di Indonesia

Halaman utama    
Senin, 5 Januari, 2009 10:08
Ziarah akhir tahun 2008
oleh Admin

Kami panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan serta terima kasih Bunda Maria, karena menjelang akhir tahun, tepatnya 30 Desember 2008, kami berlima diberi kesempatan untuk berziarah dan berdoa di Gua Maria Fatima Sawer Rahmat dan Gua Maria Kaliori.

Karena dalam masa liburan, maka di kedua Gua Maria tersebut, kami juga berjumpa dan saling bertegur sapa dengan banyak peziarah yang umumnya sekeluarga dari berbagai kota, malahan ada yang berjumpa di kedua Gua Maria tersebut. Rupanya ini merupakan indikator, bahwa cukup banyak keluarga-keluarga yang mengisi masa liburnya tidak hanya dengan wisata semata, tetapi juga dengan berziarah.

Rute perjalananan adalah: Bandung - Majalengka - Cigugur - Cisantana (Gua Maria Sawer Rahmat)- Kuningan - Ciledug - Ketanggungan - Prupuk - Purwokerto - Kaliori (Gua Maria Kaliori) - Rawalo - Wangon - Tasikmalaya - Bandung dengan menempuh total jarak sejauh 605 km, dan total waktu selama 19 jam. Kondisi jalan raya antara Ciledug - Ketanggungan kurang baik karena masih dalam perbaikan, selebihnya relatif cukup baik.

Karena sudah agak lama kami tidak berkunjung, maka kami melihat bahwa terjadi banyak perubahan dan pengembangan yang telah dilakukan pengelola di kedua Gua Maria tersebut. Beberapa yang kami catat adalah:

images1Di Gua Maria Fatima Sawer Rahmat: patung Bunda Maria yang semula adalah Bunda Maria Lourdes (berselendang biru) sudah diganti menjadi Bunda Maria Fatima (berjubah putih dan bermahkota) sehingga sesuai dengan nama Gua Maria tersebut. Penggantian yang dilakukan sekitar 2 tahun yang lalu itu adalah atas permintaan Mgr. Alexander Djojosiswojo (alm), uskup Bandung saat itu, demikian penjelasan Romo Rafael Adipramono, OSC yang bertugas di Paroki Kristus Raja - Cigugur. Selain itu, seluruh akses jalan dari dan ke Gua Maria sudah cukup lebar (semula sebagian jalan pulang dari gua masih jalan setapak) dan menggunakan batu alam yang memang tersedia di lokasi itu, dengan demikian peziarah tidak perlu kuatir harus melalui jalan yang becek dimusim hujan, tentu saja tetap perlu berhati-hati karena bisa saja licin karena adanya lumut yang tumbuh.

images2Gua Maria Kaliori: akses jalan dari Wisma Maria Immaculata ke Gua Maria sudah diperlebar sehingga dihari biasa, bisa dilewati oleh kendaraan kecil sampai di toko souvenir. Selain itu ada dua tambahan yang kami temui yaitu, pertama: Didekat toko souvenir terdapat Patung PIETA yang pada September 2008 telah diberkati oleh Mgr. Leopoldo Girelli, Duta Besar Vatican. Kedua: semula di dalam gua terdapat air yang bisa digunakan oleh peziarah, tetapi dimusim kemarau biasanya air tidak ada. Kini para peziarah dapat mengambil air di tujuh kran yang posisinya sederet dengan pintu masuk Taman Rosario Hidup. Ketujuh kran tersebut berada dibawah tujuh gua kecil sejajar dimana ditahtakan juga tujuh patung Bunda Maria dari berbagai versi. Menurut kami, hal ini cukup baik untuk menggambarkan bahwa 'Kaum Beriman' sungguh menghormati Bunda Maria yang dicoba diungkapkan dengan berbagai gelar seperti dalam Litani Santa Perawan Maria serta berbagai variasi patung dan lukisan. Kami belum bisa mendapatkan keterangan mengapa ada 'tujuh' gua kecil, versi patung Bunda Maria dan kran, mungkin saja dengan adanya Patung Pieta (Bunda Maria memangku jenazah Yesus) sehingga terkait dengan Sapta (7) Duka Cita Maria.

Per Mariam Ad Yesum
Maureen - Bandung



copyright April 2005 - www.guamaria.com