www.guamaria.com
sumber informasi tentang gua Maria di Indonesia

Halaman utama    
Selasa, 11 Januari, 2011 12:53
Perjalanan syukur di penghujung tahun 2010
oleh Admin

Puji Syukur kepada Tuhan dan Terima Kasih kepada Bunda Maria untuk perjalanan syukur kami sekeluarga sepanjang 1095 km mulai tanggal 29 Dec (04.30 wib) s/d 31 Dec 2010 (23.00 wib), kisah ringkasnya adalah sebagai berikut :

TAMAN DOA REGINA ROSARII - Cirebon
Perjalanan diawali dari Bandung menuju Taman Doa Regina Rosari yang berada di kawasan Paroki “Bunda Maria” ~ Dukuh Semar, Keuskupan Bandung, Jalan Dukuh Semar no. 34, Cirebon 45142, Telp. 0231 206232.

Taman Doa Regina Rosarii yang diberkati pada tanggal 31 Oktober 2009 oleh Uskup Bandung, Mgr Johannes Pujasumarta Pr ini berada dibagian belakang gedung Gereja dan ketika memasuki gerbang “Taman Doa” kita akan melihat sarana Ibadat Jalan Salib, Salib Golgota, Pieta (Bunda Maria memangku Jenazah Yesus), Ghra Bunda Maria Regina Rosarii ~ keseluruhan area taman doa tertata dengan apik dan asri sehingga sangat mendukung terciptanya suasana doa yang sungguh hening.

Peziarah dari luar kota Cirebon dapat dengan mudah mencapai lokasi ini dengan adanya jalan tol Kanci (Cirebon) yaitu keluar di gerbang Ciperna.

TAMAN ROHANI HATI KUDUS YESUS – Tegal
Kembali masuk gerbang tol Ciperna, perjalanan ke kota Tegal sangat terbantu kelancarannya dengan adanya tol Pejagan yang keluar menjelang kota Brebes yang relatif sudah dekat kota Tegal.

Taman Rohani Hati Kudus Yesus ini berada di kawasan Paroki “Hati Kudus Yesus” ~ Tegal, Keuskupan Purwokerto, Jalan Kapten Ismail no.132, Tegal ~ dilengkapi dengan sarana Relief Yesus ber-doa di Taman Getsemani, Ibadat Jalan Salib, Salib Golgota, Pieta, dan Ghra Hati Kudus Yesus lengkap dengan Meja Altar untuk merayakan Ekaristi Suci ~ seluruh fasilitas kerohanian itu berada dalam suatu tatanan yang menstimulasi nuansa hati menjadi nyaman dan tenang. Terima kasih kepada Romo Widyantardi yang meluangkan waktunya untuk berbincang dengan kami.

GUA MARIA BUNDA PENGANTARA – TORSA, Tegal
Dalam perbincangan dengan Romo Wid kami diberitahu bahwa disebelah, tetapi, masih dalam satu kawasan ada Gua Maria Bunda Pengantara “TORSA” karena berada di Seminari TORSA yang adalah singkatan dari Tahun Orientasi Rohani Santo Agustinus dimana saat ini sedang mendidik 8 orang Frater dipimpin oleh Rektor, Romo Parjono yang juga meluangkan waktunya untuk menjumpai kami ~ terima kasih Romo.

Bunda Maria divisualisasikan sedang menggendong Kanak-kanak Yesus dan karena Gua Maria ini berada di halaman seminari yang cukup luas, maka suasana doa yang hening dapat dirasakan disini.

GUA MARIA BUNDA SUCI - Salatiga
Perjalanan dilanjutkan melalui jalur utara sampai masuk tol Semarang menuju kota Salatiga. Kepadatan lalu lintas di jalur antara Semarang ~ Bawen yang selalu terjadi memang agak menghambat laju perjalanan.

Lokasi Gua Maria Bunda Suci yang beralamat di Jalan Arjuna no.17A, Karangalit, Salatiga, telp 0298 311 121, fax 0298 311 425, website: www.yayasan-bundasuci.com relatif mudah dijangkau karena berada di dalam kota.

Gua Maria Bunda Suci berada di kawasan kantor Yayasan Bunda Suci yang berawal dari Komunitas Bunda Maria Santa Perawan Suci, dari buku tamu yang kami isi di pos jaga dapat dilihat bahwa sudah banyak peziarah dari berbagai kota yang berkunjung dan memang tata lingkungan area Gua Maria yang dilengkapi dengan sarana Ibadat Jalan Salib dan Pendopo ini dapat menghantar peziarah masuk dalam suasana doa hening.

GUA MARIA KEREP – Ambarawa
Selain karena jarak kota Salatiga – Ambarawa relatif dekat, tujuan perjalanan berikutnya adalah disekitar Magelang – Muntilan, maka kami memutuskan untuk bermalam di Ambarawa sehingga dapat menghindari kemacetan lalu lintas di pasar Ambarawa dan utamanya dapat memanfaatkan waktu yang cukup panjang di Gua Maria Kerep. Kami bermalam di Hotel yang berada di seberang kompleks Gua Maria Kerep.

Siang & malam, Gua Maria Kerep Ambarawa memang tidak pernah sepi dari peziarah, suasana malam hari & cuaca yang bersahabat membuat kami sungguh dapat menikmati keheningan_kekhusyukan_kekhidmadan di hadapan Bunda Maria dan terlebih lagi ketika bersembah sujud di hadapan Tuhan Yesus yang hadir dalam Sakramen Maha-Kudus di Kapel Adorasi Abadi. Pagi hari sebelum melanjutkan perjalanan kami masih kembali hadir di Gua Maria & Kapel Adorasi.

images1GUA MARIA GRABAG – Grabag ~ Magelang
Beberapa kilometer dari Ambarawa menuju Yogyakarta, di daerah Pringsurat, akan ada simpang tiga (sebelah kiri jalan) menuju Grabag, setelah sampai di Pasar Grabag mengambil arah Pakis dan sekitar 500 meter kemudian sudah dijumpai papan nama Gua Maria Grabag.

Gua Maria Grabag berada di kawasan Yayasan GPM wilayah St.Yusup Grabag yang mengelola sekolah SLTP Pendowo (sayang sekali sekolah tersebut kini harus ditutup karena kekurangan murid). Gereja Stasi St.Yusup – Grabag (termasuk dalam Paroki Santa Maria Fatima – Magelang) juga berada di kawasan ini dan menurut salah seorang tokoh Stasi St. Yusup, Bapak Heri (no telp 0293 5552581), saat ini umat stasi hanya berjumlah 40 kepala keluarga.

Dari data prasasti di dinding ternyata Gua Maria Grabag ini telah diberkati oleh Romo D.Bambang Sutrisno Pr pada 18 Oktober 2002 dan Uskup Agung Semarang, Mgr Ignatius Suharyo Pr pada Sabtu Legi, 23 Juli 2005. Dari foto yang ada, ternyata pernah ada yang mendapat karunia pengalaman rohani, dan nuansa doa disini sayang kalo dilewatkan.

GUA MARIA SUMBER – Sumber ~ Muntilan
Perjalanan kami lanjutkan ke Paroki Santa Maria Lourdes ~ Sumber yang dilayani oleh Romo V.Kirjito,Pr yang dikenal sebagai tokoh lingkungan hidup sehingga dirayakan “misa alam” dan gerakan cinta air. Lokasi ini dicapai dari kota Muntilan melalui lokasi per ziarahan “Makam Romo Sanjoyo”.
Kedatangan kami ke Paroki Sumber adalah mencari informasi tentang keberadaan “Mbok Tentrem” (= Ibu Damai” ~ Bunda Maria yang terbuat dari batu alam), ternyata kami berkesempatan jumpa dan berbincang (terima kasih) dengan Romo Kirjito yang masih disibukkan dengan para korban letusan Gunung Merapi, beliau mencoba melihat dari sisi lain tentang meletusnya gunung Merapi ini.

Juga kami tidak melewatkan berdoa di Gua Maria Lourdes-Sumber yang nampak kurang terawat (kata Romo Kirjito) karena di pelataran tempat Gua Maria sempat diangkat beberapa ton pasir gunung Merapi. Mungkin masih ada yang ingin memberi bantuan kepada para korban, dapat menghubungi Romo Kirjito (SMS) no. 0811 250 549.

GUBUG SELO MERAPI – Lor Senowo ~ Muntilan
Gubug Selo Merapi adalah sebuah bangunan terbuka yang serba guna, demikian dikatakan oleh Romo Kirjito. Merupakan salah satu Stasi dari Paroki Sumber, di lantai bawah dapat digunakan untuk Perayaan Ekaristi, sedangkan di balkon digunakan untuk doa pribadi dihadapan Sakramen Maha Kudsus yang tersimpan dalam Tabernakel dan disinilah terdapat 3 patung batu alam hasil karya penduduk setempat, masing-masing Mbok Tentrem (= Ibu Damai ~ demikian panggilan untuk Bunda Maria), Eyang Tuwi (panggilan kepada Tuhan Yesus), dan sebuah Patung Wajah Yesus disebuah batu ~ mau menggambarkan bahwa Tuhan Yesus pernah berada di bumi ini. Bapak Suharto yang berdomisili di Gubug Selo Merapi dapat dihubungi di 0821 3832 3911. Suasana doa yang hening sungguh dapat dirasakan di lereng gunung Merapi ini.

GUA MARIA WATU BLENCONG
Setelah kembali ke kota Muntilan, perjalanan kami lanjutkan melalui rute Muntilan ~ Wates (melewati jalan masuk Sendangsono), tujuan selanjutnya adalah Gua Maria Watu Blencong (dari arah simpangan Sendangsono – sebelum lampu lalu lintas merah-hijau yang pertama ~ ada simpang tiga, arah kanan menuju Boro ~ ini adalah jalan menuju ke Gua Maria Watu Blencong yang berada di Dusun Borosuci, Rt 13 Rw 07, Banjarasri, Kalibawang, Kulonprogo, DIY (http://guamaria-watublencong.blogspot.com/).

Selang beberapa saat setelah melewati Gereja Paroki St. Theresia Lisieux – Boro, nampak papan nama penunjuk Gua Maria sejauh 235 meter. Mobil kami titipkan di rumah penduduk, perlu kiranya diinformasikan bahwa perlu membawa persediaan air minum, karena harus melewati jalan setapak yang cukup terjal. Alam sekitar Gua Maria masih alamiah, berada diperbukitan, genteng rumah penduduk berada dibagian bawah, pemandangan sekitar indah dan terpenting adalah suasana doa yang sangat luar biasa. Beberapa tokoh setempat mengatakan bahwa ingin sekali mengembangkan lokasi perziarahan ini, semoga terlaksana dengan keaslian alam sekitar tetap terjaga, walau sayang, karena sarana jalan, hanya dapat dijangkau dengan kendaraan kecil saja.

images2GUA MARIA LAWANGSIH
Kembali ke jalan Muntilan – Wates dan tetap kearah Wates , sampai di simpang-empat Nanggulan kami mengambil arah kanan menuju Gua Maria Lawangsih (kalau arah kiri ke Gua Maria Sendang Jatiningsih dan bisa lanjut ke Yogyakarta lewat Godean). Gua Maria Lawangsih (+/- 20 km dari GM Sendangsono & 13 km dari GM Sendang Jatiningsih) merupakan salah satu gua alam yang indah di perbukitan Menoreh, masuk dalam wilayah Stasi Santa Maria Fatima - Pelemdukuh, Paroki Santa Perawan Maria Tak Bernoda – Nanggulan, Keuskupan Agung Semarang.

Papan petunjuk jalan menuju Gua Maria Lawangsih memandu perjalanan kami melalui tanjakan-tanjakan terjal dan panjang, untuk itu memang disyaratkan kondisi mobil yang prima dan ketrampilan mengemudi yang cukup, dan lokasi ini hanya dapat dijangkau dengan kendaraan kecil sampai dibawah goa.

Disebelah kiri Patung Bunda Maria terdapat lorong yang cukup dalam yang dinamakan Panti Semedi dan dalam keheningan kita dapat menghadap kepada Hati Kudus Tuhan Yesus, disebelah belakang Patung Bunda Maria terdapat sarana penampungan air suci, dan tentu saja disini dilengkapi dengan Meja Altar untuk Perayaan Ekaristi. Peziarah yang ingin merayakan Ekaristi dapat menghubungi pengelola dengan nomor telepon 0813 9271 9198 (http://guamarialawangsihnanggulan.blogspot.com/).

Dari informasi yang kami peroleh, ternyata lokasi GM Lawangsih (diresmikan & dibuka untuk umum pada tanggal 01 Oktober 2009 oleh Romo Ignatius Slamet Riyanto, Pr) relatif dekat dengan kota Purworejo, dan karena tujuan kami selanjutnya adalah sekitar kota Wonosobo, maka kami memutuskan untuk bermalam di Purworejo yang dicapai dengan jalan berkelok tajam dan turunan yang curam, sekali lagi, kondisi mobil & pengemudi perlu selalu dalam kondisi prima.

GUA MARIA KAPENCAR
Perjalanan dari Purworejo ke Wonosobo kami tempuh melalui Loano (kondisi jalan cukup baik, waktu tempuh lebih singkat walau melalui jalan berkelok tajam) sehingga kami tiba di Kecamatan Kertek, luar kota Wonosobo arah Parakan, kami masih mengambil arah Parakan sampai Km 15 dari Wonosobo atau Km 07 dari Parakan terdapat gerbang Desa Kapencar jalan menuju Gereja Paroki St. Philipus – Kapencar, Keuskupan Purwokerto.

Pemandangan dibelakang Goa Maria Kapencar adalah gunung Sumbing, indah sehingga sangat mendukung dalam berdoa. Saat ini Paroki Kapencar dilayani oleh Romo Untung yang meluangkan waktu menerima kami (terima kasih) di Pasturan serta memberikan informasi lengkap tentang Taman Rohani Santa Petronela & Taman Rohani Hati Kudus melengkapi informasi awal dari Bapak Eko (koster). Romo Untung juga bersedia dihubungi para peziarah di no 0812 1566 3337.

TAMAN ROHANI SANTA PETRONELA & TAMAN ROHANI HATI KUDUS
Jarak desa Kapencar dengan dusun Anggrung Gondok desa Reco relatif dekat +/- 1 km saja, kawasan rohani ini berawal dari Kapel “Hening Griya” yang dipersembahkan oleh Ibu Elizabeth Sosro Wardoyo & diberkati oleh Uskup Purwokerto, Mgr Julianus Sunarka SJ pada 25 Desember 2003.

Pada 07 Juni 2009, Rm Sumpana S, MSC memberkati (dan meresmikan bersama Kepala Desa Reco) Taman Rohani Santa Petronela yang dimana terdapat sarana Ibadat Jalan Salib dan Pendopo untuk Perayaan Ekaristi.

Selanjutnya, 12 Juni 2010 ~ Uskup Purwokerto, Mgr Julianus Sunarka SJ memberkati (dan meresmikan bersama Bupati Wonosobo) Taman Rohani Hati Kudus dimana bertahta Hati Maha-Kudus Tuhan Yesus yang besar dengan latar belakang gunung Sindoro. Dibawahnya terdapat GUA “Adorasi Abadi” dimana ditahtakan Sakramen Maha-Kudus, diapit oleh Bunda Maria ~ Bunda Hati Kudus dan Santo Yosef ~ Teladan dan Pelindung Pecinta Hati Kudus Yesus, nuansa doa dalam gua ini sangat luar biasa.

Panorama sekitar kawasan rohani yang berada di ketinggian ini sungguh eksotis, terdapat gunung Sindoro & Sumbing, layaknya pemandangan Eropa, demikian iklan sebuah Rumah Makan “Joglo” yang berlokasi antara Kapencar – Reco.

GUA MARIA PENGANTARA SEGALA RAHMAT – Wonosobo
Perjalanan kami lanjutkan ke kota Wonosobo menuju kompleks SLB (Sekolah Luar Biasa) B (mendidik anak-anak tuna rungu & tuna wicara) ~ Don Bosco yang dikelola oleh para Bruder Karitas (FC) di Jln. Sambek 33, Telp 0286 321073, Wonosobo. Tidak terlalu sulit menemukan lokasi ini karena menjelang kota Wonosobo pun dengan mudah didapat informasi tentang SLB Don Bosco yang terkenal.

Gua Maria Pengantara Segala Rahmat merupakan salah satu bagian dari kompleks SLB yang luas, dan tempat doa yang sejuk dan nyaman ini memberikan secercah kesejukan bagi para pecinta doa.

Selanjutnya kami melanjutkan perjalanan ke Bandung melalui jalur utara dengan pertimbangan menghindari kemacetan lalu lintas di sekitar Nagrek.

Per Mariam Ad Yesum
Maureen - Bandung



copyright © April 2005 - www.guamaria.com